web 2.0

Selasa, 22 April 2008

Ke Jakarta Naik Apa? (bagian 2)

Alternatif 2:

Bagi yang budget-nya agak banyak dan suka naik kereta api, Kereta Api Bisnis Gumarang bisa jadi pilihan. Ongkosnya jauh lebih besar daripada kalau naik Kertajaya, yakni 130 ribu kalau hari biasa. Kalau hari libur bisa naik menjadi 180 ribu.

Bagaimana caranya?
Pertama, sampean ke Stasiun Turi, Surabaya. Usahakan sampai di stasiun sebelum kereta berangkat. Keberangkatan kereta pada pukul 17.00 WIB. Kemudian beli tiket di loket. Loketnya tidak sama dengan loket kereta ekonomi. Ada tempat khusus untuk menjual tiket bisnis dan eksekutif. Bedanya lagi dengan tiket ekonomi Kertajaya, tiket kelas bisnis dan eksekutif bisa dipesan 30 hari sebelum keberangkatan dan ukurannya lebih besar dan lebar.

Selain lewat Stasiun Turi, Anda juga bisa memilih naik lewat stasiun Dapur, Lamongan yang jaraknya lebih dekat dari Pondok Kranji. Untuk menuju ke Stasiun Dapur, Anda bisa naik angkot merah di Telon Banjaranyar jurusan pertigaan Semlaran. Tiba di Semlaran, Anda bisa naik bis jurusan Surabaya dan minta turun di Stasiun Dapur. Ongkosnya kalau dulu sih 2 ribu.

Di St. Dapur ini, Kereta berangkat pukul 18.00 WIB karena menunggu kedatangannya dari stasiun pemberangkatan pertama, yakni Stasiun Turi.

Setelah itu, nikmati saja perjalanan Anda di atas kursi yang tentu saja lebih empuk dan lebih nyaman dibandingkan kursi Kertajaya. Ada lagi, Kereta Gumarang tidak sesesak dan sekacau kereta Kertajaya.

Biasanya, kereta tiba sekitar pukul 07.00 WIB. Bukan di St. Senen, tapi di St. Gambir. Stasiun ini merupakan ‘stasiunnya’ kereta-kereta bagus (bisnis dan eksekutif). Dan kebalikan dari St. Senen.

Di St. Gambir, Anda akan melihat Tugu Monas yang terkenal itu, karena jaraknya memang berdekatan. Bahkan, hanya dibatasi pagar pemisah. Setelah itu, untuk menuju ke Ciputat/Buncit, Anda bisa naik bis kopaja P.20 jurusan Terminal Lebak Bulus. Selanjutnya? Lakukan seperti yang sudah saya jelaskan pada bagian pertama.

Sampai ketemu di alternatif 3

Ke Jakarta Naik Apa? (1)

Mau ke Jakarta? Bingung?
Berikut ini ada beberapa alternatif yang bisa jadi masukan.

Alternatif 1:
Ini adalah pilihan bagi yang budget-nya minim. hemat, murah, tapi tetep bisa nyampe Jakarta dengan selamat.
Naik Kereta Api Ekonomi Kertajaya.

caranya:
kalau dari Pondok Kranji, kamu bisa naik bis Armada Sakti jurusan Terminal Osowilangun. ongkosnya dulu sich 8 ribuan. ga tau sekarang, aku sudah lama ga lewat Surabaya.
Sampai di Terminal Osowilangun, cari angkot warna kuning jurusan stasiun Turi, Surabaya. Stasiun ini letaknya di dekat Pasar Turi, tapi masih jalan sekitar 100 meter. Dulu, ongkos angkot ini 2000, sekarang pascakenaikan BBM ini, aku kurang tahu. Bilang aja turun di Pasar Turi.
nah, sampai di Pasar Turi, menyeberanglah dan jalan kaki (atau kalau mau becak) ke arah Stasiun.

Sampai di stasiun, antrilah di loket. harga tiket untuk jurusan jakarta adalah 47.000 rupiah. setelah bayar, cek kembai tulisan yang tertera di tiket kereta api. biasanya ukuran tiket mungil sekali. Lihat nomor gerbong dan tempat duduk kamu. juga tanggal tiket, apa sudah sesuai dengan hari itu.

setelah itu, masuklah ke area stasiun. cari tempat duduk untuk menunggu jam keberangkatan kereta. Untuk kereta Api Kertajaya, jadwal keberangkatannya adalah pukul 16.00 WIB. Apabila kereta sudah terlihat, segera masuk dan duduk di nomor duduk kamu sesuai dengan yang tertara di tiket.

Nikmati perjalanan semalaman di kereta.
Anda bisa memanfaatkan dengan membaca buku, makan cemilan, ngobrol dengan kawan di samping ataupun tidur (dan inilah yang paling banyak dilakukan orang). tapi, harus tetap waspada dengan barang bawaan, tas, dompet, maupun barang berharga lainnya.

Biasanya, kereta sampai di Jakarta, tepatnya di Stasiun Pasar Senen sekitar pukul 07.00 WIB. Kamu bisa langsung keluar stasiun. bila ada petugas di pintu keluar yang meminta tiket, berikan saja.

setelah itu, tanya orang (paling aman, tanya satpam/polisi) di mana terminal Senen. Anda akan ditunjukkan. jaraknya tidak jauh kok. Anda bisa jalan kaki ke sana.
Di Terminal, untuk menuju Ciputat (bagi yang hendak kuliah di UIN atau ke base camp Wasiat), ada dua alternatif bis. yang pertama bis AC nomor 76 (jur. Ciputat-Senen). dengan naik bis ini, anda bisa langsung turun di depan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. ongkosnya 5000 rupiah. atau kalau pingin yang lebih murah, naik P.20 jurusan Terminal Lebak Bulus (ongkosnya 2000 rupiah) kemudian nyambung lagi naik angkot nomor D.01 atau D.02 jurusan Ciputat, ongkos juga 2000 rupiah. Minta turun di UIN.

Sesampainya di UIN, Anda bisa hubungi salah satu teman Wasiat. Atau kalau gak ada hubungi aja nomor saya 085646252020.
demikian semoga bermanfaat.

Biar ga terlalu panjang, alternatif berikutnya akan saya tulis di file lain.

Senin, 21 April 2008

Ragunan, Wisata Pilihan Anak Lipia

Bagi teman-teman yang kuliah di LIPIA, Kebun Binatang Ragunan adalah tempat rekreasi yang asyik dan murah. Letaknya yang cukup dekat, membuatnya bisa dijangkau dengan mudah. (Kalau mau sekalian olahraga, ya lari-lari. kalau ga mau capek, ya naik mobil). Tapi, jangan khawatir jika Anda memilih lari, karena Anda akan menemukan banyak kawan yang melakukan aktivitas yang sama.

Biasanya, setiap hari minggu pagi, warga Jakarta yang rumahnya berada di sekitar lokasi Kebun Binatang Ragunan berbondong-bondong jogging. Ada yang sengaja berolahraga--lengkap dengan kostum olahraganya dan membawa bola atau raket, ada pula yang sengaja cuci mata, atau belanja.

Jika berangkat pagi-pagi sekali, dan anda pengen masuk lokasi kebun binatang, biasanya Anda tidak perlu bayar. mungkin, petugas yang jaga masih belum bangun... hehehe...
atau kalau ga pengen masuk, Anda juga bisa jalan-jalan di komplek olahraga Ragunan. di sana suasana juga ramai dengan para "olahragawan/olahragawati".
Selain itu, keadaan ramai ini tak ayal juga mengundang para penjual dadakan. Mereka menggelar pasar kaget. Aneka barang kebutuhan sehari-hari dijual dengan harga sangat miring, apalagi jika lihai menawar.

Karena itulah, banyak pula warga sekitar yang memanfaatkan kesempatan hari minggu pagi ini sekaligus untuk berbelanja.

Ngekose Anak Wasiat

Anak Wasiat, khususnya yang tinggal di sekitar UIN, mayoritas kosan mereka terfokus di base Camp WASIAT. Base camp yang dikontrak senilai 4.5 juta/tahun itu dihuni oleh 8 anak. Sebagai 'kepala suku' di base camp adalah M. Agus Saifuddin yang merupakan anggota Wasiat tertua di antara penghuni lainnya yang kebanyakan adalah anak yang baru masuk tahun 2007 ini.

Selain itu, ada pula yang tinggal di dekat Musholla (masih satu gang dengan base camp Wasiat) yaitu Ahmad Sugiono, Mufarrih, dan Moh. Dail Khoir. Mereka menyewa kontrakan satu kamar (kamar mandi di dalam) berukuran kira-kira 3x6 meter. Jarak kosan mereka sekitar 15 meter dari base camp.

Kelompok ketiga adalah keluarga Ahmad Millah Hasan. Kosan ini juga berdekatan dengan base camp. Kak Millah, begitu panggilan akrabnya, menyewa satu rumah dengan 3 kamar seharga 11 juta/tahun. Di sini, kak Millah tinggal bersama istri, anaknya, adiknya (Rozi), dan Udien.

Selain itu, masih ada pula keluarga H. Abdullah Mas'ud. Cak Ud membeli sebuah rumah toko yang terdiri dari 2 tingkat. dia tinggal di sini bersama adiknya, Lathifatus Sun'iyah, dan 'pembantu rumah tangga' Moh. Asy'ari. Selain sebagai tempat hunian, rumah Cak Ud ini juga difungsikan sebagai tempat usaha penerbitan Penerbit Cendekia Muda yang didirikannya.

Ada pula Moh. Shorih Al Kholid yang tinggal sendirian dalam kamar berukuran 3x3 meter. Dia menyewa sendirian kamar tersebut seharga 150 ribu/bulan. Kamar ini terhitung murah karena kamar mandi ada di luar; yakni satu kamar 'dikeroyok' oleh 6 kamar yang masing-masing diisi satu orang. Kosan Khaled ini letaknya juga berdekatan dengan Base Camp, sekitar 40 meter dari base camp. masih satu gang juga.

Sementara itu, Moh, Nur Huda, Ketum Wasiat, tinggal di tempat yang lumayan jauh dari kampus juga jauh dari base camp. Dia ngekos bersama kawan-kawannya yang juga dari Jawa Timur, tapi bukan anggota Wasiat.

Rencana Acara MUBES WASIAT

Berdasarkan hasil rapat Panitia Pelaksana Musyawarah Besar Wadah Silaturrahim Alumni Tarbiyatut Tholabah Kranji di Jakarta (WASIAT Jakarta), diumumkan bahwa pelaksanaan MUBES Wasiat akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Mei 2008 di Villa Puncak, Bogor.

Untuk mendukung acara dan demi kesuksesan acara tersebut, seluruh anggota Wasiat diminta sumbangan uang sebesar 15 ribu/anggota.

Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Blog Archive

Popular Posts