FESTIVAL MARAWIS Se-JABODETABEK
KATEGORI : TINGKAT UMUM
@ Poins Square Lebak Bulus
13 September 2008
Syarat Lomba :
* Membawakan 1 lagu bebas Islami
* Pendaftaran pada tgl 1 Sept'08 s/d pada hari-H
(satu jam sebelum lomba)
* Technical Meeting tgl 12-9-2008 (Hub : Iank-95160082)
Raih dan Rebutkan hadiahnya :
Juara I : Rp. 1.000.000,- + thropy, piagam & bingkisan
Juara I : Rp. 600.000,- + thropy, piagam & bingkisan
Juara III : Rp. 400.000,- + thropy, piagam & bingkisan
Harapan I : Thropy, piagam & bingkisan
Harapan II : Thropy, piagam & bingkisan
Harapan III : Thropy, piagam & bingkisan
Contack person :
Dewa / B'One Enterprise
0811-119476
Cholis 021-91839498
Organize by : B'One Enterprise
Selasa, 09 September 2008
Senin, 18 Agustus 2008
Buletin Al-Washiyyah edisi Agustus 2008
Kolom
Mempunyai Nilai Tambah
M.S. Al-Kholid*
Apa maksudnya? Maksudnya begini: ketika
Anda hidup, hidup adalah nilai tambah. Ketika
semua orang hidup, hidup adalah nilai standard.
Demikian juga ketika kita jujur, jujur adalah nilai
tambah. Tetapi ketika semua orang jujur, jujur
adalah nilai standard.
Dalam hidup kita harus mempunyai nilai tambah
dibanding orang lain. Kita harus membuat
nilai tambah dari sesuatu yang tidak ada menjadi
ada.
Orang-orang yang terpilih (para miliarder--
kata Tung Desem Waringin) adalah orang yang
mempunyai nilai tambah dibanding orang lain.
Contoh, waktu melamar kerja menjadi editor di
penerbit, bersama saya ada lebih dari 25 orang
pelamar (padahal jatahnya hanya 2 orang). Dari
perbincangan mereka, para pelamar itu rata-rata
sudah berpengalaman menjadi editor di penerbit
atau majalah.
Kemampuan saya dalam hal editing standard,
karena hanya memahami sedikit2 tata bahasa
Indonesia. Tapi, punya nilai tambah yang biasanya
dibutuhkan di sebuah penerbitan—berkat
pengalaman waktu di MA. Kemampuan lain itu
adalah me-lay out buku (program page maker) dan
sedikit corel draw, serta photoshop.
Dan, ternyata saya diterima bekerja. Ini artinya
apa? Ketika saya bisa ngedit tulisan, itu adalah nilai
tambah. Tapi, ketika semua orang bisa ngedit,
ngedit adalah nilai standard.
Kembali lagi, apabila kita ingin berhasil dan
menjadi yang terpilih, selalu tanya ‘Apa Nilai
Tambah Saya?’.
*Sekolah MI, MTs, dan MA di Tarbiyatut Tholabah.
Mantan Pimred Mading Kharisma dan Majalah An-Nashihah-
Ketua Umum Wasiat 2008--2010)
lihat file buletin lebih lengkap:
Download di sini
Mempunyai Nilai Tambah
M.S. Al-Kholid*
Apa maksudnya? Maksudnya begini: ketika
Anda hidup, hidup adalah nilai tambah. Ketika
semua orang hidup, hidup adalah nilai standard.
Demikian juga ketika kita jujur, jujur adalah nilai
tambah. Tetapi ketika semua orang jujur, jujur
adalah nilai standard.
Dalam hidup kita harus mempunyai nilai tambah
dibanding orang lain. Kita harus membuat
nilai tambah dari sesuatu yang tidak ada menjadi
ada.
Orang-orang yang terpilih (para miliarder--
kata Tung Desem Waringin) adalah orang yang
mempunyai nilai tambah dibanding orang lain.
Contoh, waktu melamar kerja menjadi editor di
penerbit, bersama saya ada lebih dari 25 orang
pelamar (padahal jatahnya hanya 2 orang). Dari
perbincangan mereka, para pelamar itu rata-rata
sudah berpengalaman menjadi editor di penerbit
atau majalah.
Kemampuan saya dalam hal editing standard,
karena hanya memahami sedikit2 tata bahasa
Indonesia. Tapi, punya nilai tambah yang biasanya
dibutuhkan di sebuah penerbitan—berkat
pengalaman waktu di MA. Kemampuan lain itu
adalah me-lay out buku (program page maker) dan
sedikit corel draw, serta photoshop.
Dan, ternyata saya diterima bekerja. Ini artinya
apa? Ketika saya bisa ngedit tulisan, itu adalah nilai
tambah. Tapi, ketika semua orang bisa ngedit,
ngedit adalah nilai standard.
Kembali lagi, apabila kita ingin berhasil dan
menjadi yang terpilih, selalu tanya ‘Apa Nilai
Tambah Saya?’.
*Sekolah MI, MTs, dan MA di Tarbiyatut Tholabah.
Mantan Pimred Mading Kharisma dan Majalah An-Nashihah-
Ketua Umum Wasiat 2008--2010)
lihat file buletin lebih lengkap:
Download di sini
Rabu, 13 Agustus 2008
Lomba Agustusan WASIAT
Sebagai upaya menyemarakkan HUT RI ke-63 dan mengakrabkan antaranggota, Pengurus Wadah Silaturrahmi Alumni Tarbiyatut Tholabah Kranji di Jakarta dan Sekitarnya (WASIAT) mengadakan Lomba-Lomba Agustusan 2008.
Acara ini akan dilaksanakan besok pada:
Hari/Tangal : Ahad, 17 Agustus 2008
Waktu : Pukul 07.00 WIB – selesai
Tempat : Graha Paramuda Ciputat Jakarta (Rumah Cak Ud)
Perlombaan yang diadakan antara lain:
1. Kepruk “Kendil”
2. Lari Membawa Kelereng di Sendok
3. Minum Air
4. Makan Bubur
5. Memasukkan Paku ke dalam Botol
6. Memasukkan Benang ke dalam Jarum
7. Makan Kerupuk
8. Menyumpit Kelereng
9. Memasukkan Air ke dalam Botol
10.Pokeran
Acara ini terbuka untuk seluruh anggota dan relasi WASIAT.
Partisipasi Anda sangat kami harapkan.
Informasi lebih lanjut:
Faiz (koord) : 08568129136
Sulthon : 085645258256
Acara ini akan dilaksanakan besok pada:
Hari/Tangal : Ahad, 17 Agustus 2008
Waktu : Pukul 07.00 WIB – selesai
Tempat : Graha Paramuda Ciputat Jakarta (Rumah Cak Ud)
Perlombaan yang diadakan antara lain:
1. Kepruk “Kendil”
2. Lari Membawa Kelereng di Sendok
3. Minum Air
4. Makan Bubur
5. Memasukkan Paku ke dalam Botol
6. Memasukkan Benang ke dalam Jarum
7. Makan Kerupuk
8. Menyumpit Kelereng
9. Memasukkan Air ke dalam Botol
10.Pokeran
Acara ini terbuka untuk seluruh anggota dan relasi WASIAT.
Partisipasi Anda sangat kami harapkan.
Informasi lebih lanjut:
Faiz (koord) : 08568129136
Sulthon : 085645258256
Kamis, 26 Juni 2008
Sewa Kontrak Base Camp
Sewa kontrak base camp Wasiat telah habis pertengahan bulan Juni 2008 ini. Saya sudah berusaha meminta bantuan ke Penasehat Wasiat sekaligus orang yang biasanya memberi bantuan untuk pengadaan base camp, Pak Taufikurrahman Saleh. Sekitar 2 minggu yang lalu saya bersama Neng Aniq mendatangi beliau ke gedng DPR. Sampai di sana ternyata kita sudah "ketelingsut". Beliau telah selesai istirahat dan harus segera melanjutkan sidang komisi II.
Kami pun kembali pulang. Neng Aniq akan berusaha menemui beliau di rumahnya. Namun, ternyata karena memang orang sibuk, nemui Pak Taufik tidak semudah menemui saya atau teman-teman base camp Wasiat lainnya. Tinggal datang ke base camp, insya Allah ketemu.
Saya berembuk bersama teman-teman penghuni base camp. Kami mencari solusi. Alhamdulillah, ketika saya bersama Faiz dan Purnawan menghadap pemilik kontrakan, ternyata biaya tidak naik. Beliau hanya meminta agar bayarnya tepat waktu dan lunas.
Awalnya, aku bingung sekali. Namun, ternyata teman2 benar2 mudah menyelesaikan masalah ini. Mereka sepakat untuk iuran tiap bulan sebesar 70 ribu/bulan, karena mereka tidak bisa diminta langsung banyak untuk membayar sekaligus. Masala pertama terpecahkan. Masalah selanjutnya, dari mana kita nyari duit buat "nalangi" terlebih dahulu uang base camp.
Hadi, anak dari Banjaranyar, yang kebetulan dekat dengan Pak H. Abdul Mu'thi, berinisiatif untuk meminjam uang dari Pak Mu'thi. Beliau yang punya duit banyak dan memang terkenal baik itu insya Allah mau memberi pinjaman. Akhirnya, 2 hari yang lalu, Hadi bersama salah seorang kawan datang ke rumah Pak Mu'thi untuk memohon pinjaman.
Alhamdulillah, beliau bersedia memberi pinjaman setengah dari jumlah total sewa base camp. Perjanjiannya, kami akan membayar hutang itu dengan cara mencicil tiap bulan. Yakni ketika teman2 membayar sebesar 70 ribu/orang. Alhamdulillah.... Terima kasih, ya Allah. Batinku. Sungguh, ini adalah tugas pertama yang sangat berat bagiku semenjak menjadi Ketua Umum Wasiat. Tugas inilah yang berhari-hari memusingkan kepalaku.
Alhamdulillah, sekali lagi. Puji syukur kepada-Mu, Ya Allah...!
Waktu resepsinya Anam Anshori, saya bertemu dengan Neng Aniq. Kami kembali memperbincangkan masalah kontrak base camp. Saya beritahu bahwa teman2 penghuni siap bayar 70 ribu/bulan untuk melunasi utangnya. Alhamdulillah, satu masalah kembali terpecahkan. Neng Aniq bersedia meminjamkan setengah dari jumlah uang sewa kontrak. Untuk pengembaliannya, dia minta ditransfer aja tiap bulan.
Alhamdulillah, Ya Allah....
Hanya kepada-Mu segala puji.
Hanya kepada-Mu syukur kami.
Mudahkanlah segara urusan kami.
Tunjukkanlah jalan terbaik untuk kami.
dan berikanlah kebaikan untuk kehidupan kami di dunia dan akhirat.
Bantulah dan balaslah mereka yang membantu kami dengan balasan dan nikmat yang lebih besar, lebih luas, dan lebih berkah.
Amin... (KHO)
Kami pun kembali pulang. Neng Aniq akan berusaha menemui beliau di rumahnya. Namun, ternyata karena memang orang sibuk, nemui Pak Taufik tidak semudah menemui saya atau teman-teman base camp Wasiat lainnya. Tinggal datang ke base camp, insya Allah ketemu.
Saya berembuk bersama teman-teman penghuni base camp. Kami mencari solusi. Alhamdulillah, ketika saya bersama Faiz dan Purnawan menghadap pemilik kontrakan, ternyata biaya tidak naik. Beliau hanya meminta agar bayarnya tepat waktu dan lunas.
Awalnya, aku bingung sekali. Namun, ternyata teman2 benar2 mudah menyelesaikan masalah ini. Mereka sepakat untuk iuran tiap bulan sebesar 70 ribu/bulan, karena mereka tidak bisa diminta langsung banyak untuk membayar sekaligus. Masala pertama terpecahkan. Masalah selanjutnya, dari mana kita nyari duit buat "nalangi" terlebih dahulu uang base camp.
Hadi, anak dari Banjaranyar, yang kebetulan dekat dengan Pak H. Abdul Mu'thi, berinisiatif untuk meminjam uang dari Pak Mu'thi. Beliau yang punya duit banyak dan memang terkenal baik itu insya Allah mau memberi pinjaman. Akhirnya, 2 hari yang lalu, Hadi bersama salah seorang kawan datang ke rumah Pak Mu'thi untuk memohon pinjaman.
Alhamdulillah, beliau bersedia memberi pinjaman setengah dari jumlah total sewa base camp. Perjanjiannya, kami akan membayar hutang itu dengan cara mencicil tiap bulan. Yakni ketika teman2 membayar sebesar 70 ribu/orang. Alhamdulillah.... Terima kasih, ya Allah. Batinku. Sungguh, ini adalah tugas pertama yang sangat berat bagiku semenjak menjadi Ketua Umum Wasiat. Tugas inilah yang berhari-hari memusingkan kepalaku.
Alhamdulillah, sekali lagi. Puji syukur kepada-Mu, Ya Allah...!
Waktu resepsinya Anam Anshori, saya bertemu dengan Neng Aniq. Kami kembali memperbincangkan masalah kontrak base camp. Saya beritahu bahwa teman2 penghuni siap bayar 70 ribu/bulan untuk melunasi utangnya. Alhamdulillah, satu masalah kembali terpecahkan. Neng Aniq bersedia meminjamkan setengah dari jumlah uang sewa kontrak. Untuk pengembaliannya, dia minta ditransfer aja tiap bulan.
Alhamdulillah, Ya Allah....
Hanya kepada-Mu segala puji.
Hanya kepada-Mu syukur kami.
Mudahkanlah segara urusan kami.
Tunjukkanlah jalan terbaik untuk kami.
dan berikanlah kebaikan untuk kehidupan kami di dunia dan akhirat.
Bantulah dan balaslah mereka yang membantu kami dengan balasan dan nikmat yang lebih besar, lebih luas, dan lebih berkah.
Amin... (KHO)
Rabu, 25 Juni 2008
Situs Kranji Tidak Aktif Lagi
Situs pesantrenkranji.net tidak aktif lagi. Dua hari yang lalu saya mendapat kabar dari Admin situs bahwa situs kita itu sudah habis masa aktifnya dan belum sempat (atau memang belum ada) dikirim biaya perpanjangannya. Sebenarnya saya bermaksud memberikan biaya untuk itu, namun karena akhir bulan dan masih belum ada, saya minta tolong Admin untuk menggunakan uangnya terlebih dahulu. Nanti awal bulan saya ganti, janji saya padanya.
Eh, pada hari Senin siang (23/6/08), saya dengar kabar dari Ghucy bahwa situs kita itu sudah jadi situs porno. Pada hari itu saya memang tidak sempat ngecek pagi2 karena disibukkan oleh pekerjaan yang mesti diselesaikan. Ternyata, setelah saya cek, memang iya. Seketika itu saya kirim SMS ke Admin untuk memberitahukan kejadiannya. Dia bales SMS katanya memang sudah habis sejak tanggal 20 Juni kemarin. Kebetulan listrik di tempatnya lagi padam, jadi tidak bisa ngecek.
Dia kemudian berjanji akan mengurusi perpanjangannya. Semoga saja situs kita masih bisa diaktifkan kembali.
Hari kemudian, saya cek lagi dan Alhamdulillah sudah tidah berubah menjadi situs porno. Hanya saja, berubah menjadi sebagaimana situs yang tidak diaktifkan lagi. (KHO)
Eh, pada hari Senin siang (23/6/08), saya dengar kabar dari Ghucy bahwa situs kita itu sudah jadi situs porno. Pada hari itu saya memang tidak sempat ngecek pagi2 karena disibukkan oleh pekerjaan yang mesti diselesaikan. Ternyata, setelah saya cek, memang iya. Seketika itu saya kirim SMS ke Admin untuk memberitahukan kejadiannya. Dia bales SMS katanya memang sudah habis sejak tanggal 20 Juni kemarin. Kebetulan listrik di tempatnya lagi padam, jadi tidak bisa ngecek.
Dia kemudian berjanji akan mengurusi perpanjangannya. Semoga saja situs kita masih bisa diaktifkan kembali.
Hari kemudian, saya cek lagi dan Alhamdulillah sudah tidah berubah menjadi situs porno. Hanya saja, berubah menjadi sebagaimana situs yang tidak diaktifkan lagi. (KHO)
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
Popular Posts
-
Bagi sahabat-sahabat yang ingin kuliah, namun kesulitan dalam hal pembiayaan, ada salah satu solusi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab...
-
Assalamu'alaikum Wr Wb Update hasil TM Fesban Nusantara 8 di ponpes Tarbiyatut Tholabah. Yg diselenggarakan Wasiat Jakarta. JUKLAK (P...
-
COPAS FB KH. SALIM AZHAR DIALOG MENGGELITHIK KAPAN MLETHE'E JARAK Ustadz muda diundang ngaji di desa Gunungan Grabakan Tub...
-
ππWelcome Oktober!!!ππ πDatang dan Meriahkan!!!π π« *Terbuka untuk umum*π« Dalam rangka memeriahkan Milad ke-28, *Him...
-
*No Urut Tampil Festival Hadrah Nusantara VIII* DI PP. TARBIYATUT THOLABAH *SHIFT 1 (15.30 - 17.30)* 1. AL MUHIBBIN JR 2. AL HAROMAIN 3...
-
Malam tadi (25/09/08), saya nginep di rumah Cak Ud, di Ruko Prima Ciputat. Saya hendak konfirmasi mengenai pembicara seminar (Pak Hamid Syar...
-
Oleh: Drs. H. Hamid Syarif, MA* Pada awalnya, para the founding father pondok pesantren; kiai, ulama, masyayikh, dan asatidz mendirikan atau...
-
Asslamualaikum wr wb. Selamat sore kluarga besar WASIAT JAKARTA. Sehubungan dengan memperingati 6 hari wafatnya cak Millah hasan. Mari kita...
-
LAMONGAN - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH Musthofa, Wadah Alumni Tarbiyatut Tholabah Kranji di Jakarta (W...