web 2.0

Kamis, 17 April 2008

Situ Gintung: Pelepas Kepenatan Kuliah

Yang Namanya Situ, ya seperti danau. Begitu pula dengan Situ Gintung. Letaknya di Ciputat, tepatnya di belakang gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dekat dengan Base Camp Wasiat.

Tempat ini, bisa menjadi solusi mudah dan murah bagi kawan-kawan yang hendak berlibur tapi terkendala dana. Selain tempatnya yang dekat dan bisa dijangkau dengan jalan kaki, tiketnya pun tidak mahal. Anda cukup membayar 3000 rupiah sekali masuk.

di dalam kawasan situ gintung, Anda dapat duduk nyaman di dangau (gubuk) yang terletak di pinggir danau sambil menikmati pemandangan 'air' yang menyegarkan. selain itu, juga terdapat beberapa alat permainan macam sebagai sarana refreshing seperti ayunan.

Udara yang segar, karena banyak pohon besar yang tumbuh, membuat Anda akan nyaman duduk bersantai sambil membaca buku kuliah di sini. itung-itung rekreasi sambil belajar. hehehe...

tempat ini juga juga sering dijadikan sebagai tempat rapat atau kegiatan beberapa organisasi mahasiswa UIN. bahkan, Wasiat pun kerap mengadakan acaranya di sini. asyik khan, rapat di alam terbuka seperti itu.

Rabu, 16 April 2008

Wasiat Angkatan 2007 yang Bersemangat

Kawan-kawan angkatan termuda Wasiat (angkatan 2007) yang dimotori oleh Nafis (payaman) membuat gebrakan. Mereka membuat forum yang anggotanya terdiri dari anak-anak Wasiat yang masuk ke Jakarta pada tahun 2007.

sebagai langkah awal, mereka mengadakan tasyakuran sekaligus launching Forum (Selasa, 15 April 2008). Bertempat di kosan Ahmad Millah Hasan, gang Bungur Ciputat, para 'junior' itu mengundang anggota Wasiat lainnya (senior).

menurut rencana, ada beberapa program yang akan mereka dilaksanakan oleh Forum tersebut, antara lain: arisan bulanan, diskusi mingguan, dan lain-lain.

acara pada malam hari itu (pukul 20.00-21.00 WIB) itu, hadir seluruh anggota Forum dan beberapa anggota Wasiat senior di antaranya: Moh. Shorih Al Kholid (Sekretaris Umum Wasiat), Moh. Dail Khoir (Sekretaris Wasiat), Moh. Masykur (Koor Bidang), dan lain-lain. Sementara anggota lainnya berhalangan hadir disebabkan urusan masing-masing.

sementara itu, Moh. Shorih Al Kholid, yang kebagian memberi 'ceramah' menyampaikan dukungan dan apresiasi sebesar-besarnya atas gerakan ini.

"Ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah Wasiat jika menilik alumni-alumni sebelumnya. Bisa dikatakan, sebelumnya tidak ada angkatan yang membuat forum semacam ini. apalagi membuat kegiatan ini begitu terencana layaknya sebuah organisasi," tutur Khaled dalam sambutannya.

"Saya pikir, ini adalah langkah dewasa dari teman-teman muda meskipun masih terbilang baru di Jakarta. Ke depan, kami berharap rencana yang disepakati dapat dilaksanakan dan dijalankan dengan sungguh-sungguh dan seserius mungkin," lanjut Khaled mengakhiri 'petuahnya'.

Selasa, 15 April 2008

Beasiswa di LIPIA

Bagi sahabat-sahabat yang ingin kuliah, namun kesulitan dalam hal pembiayaan, ada salah satu solusi.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) adalah salah satu solusi. Bisa dibilang, hampir semua alumni Tarbiyatut Tholabah yang masuk di LIPIA adalah mereka yang memang pingin kuliah tapi terkendala biaya. (termasuk saya. hehehe...)

Mengapa LIPIA menjadi solusi?
salah satunya karena LIPIA memberikan beasiswa penuh bagi SELURUH mahasiswa/i yang masuk dan diterima setelah lolos seleksi. selain beasiswa gratis kuliah, LIPIA juga memberikan uang saku bulan bagi SELURUH mahasiswa/i sebesar 100 riyal (sekitar 250 ribu/bulan) untuk tingkat I'dad Lughawy dan 200 riyal untuk tingkat Takmily, Diploma, dan Syariah.

tidak hanya itu, LIPIA juga memberikan fasilitas asrama gratis. hanya saja, kapasitas asrama yang terbatas membuat siswa harus bersaing dengan yang lain. tapi jangan khawatir, biasanya mahasiswa baru (I'dad) akan diprioritaskan untuk bisa menempati asrama.

fasilitas di asrama juga bisa dibilang cukup. penghuni mendapatkan satu kasur setiap orang, almari, dan beberapa kegiatan yang bisa membantu kemampuan mahasiswa. di antara kegiatan itu adalah; bimbingan hafalan Alquran, diskusi, ngaji kitab bersama ustadz-ustadz, dan lain-lain.

selain itu, setiap mahasiswa juga akan mendapatkan buku pegangan kuliah. termasuk juga kitab-kitab gede berbahasa Arab yang kalau kita akan eman membelinya karena pertimbangan harga. juga ada dokter yang selalu setia memeriksa dan memberi anda obat. lagi-lagi gratis!!! tidak ada yang bayar. ini sungguhan. tidak bercanda.

bagi yang gemar berolahraga, di Asrama juga ada lapangan untuk maen sepak bola, bulu tangkis, dan voli. jadi, selain menyehatkan rohani anda, di Lipia juga menyehatkan fisik Anda.

dosen-dosen yang mengajar adalah para pakar di bidang masing-masing. mereka antara lain berasal dari Arab SAudi, Mesir, Sudan, Syiria, dan beberapa dosen dari Indonesia yang kapabilitasnya tidak diragukan lagi.

perkuliahan berlangsung setiap hari dari jam 07.00 -- 12.00 WIB. dan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar karena memang buku pegangannya juga berbahasa Arab.

Rapat Panitia MUBES

Ahad, 13 April 2008--Panitia Pelakana Musyawarah Besar Wadah Silaturrahim Alumni Tarbiyatut Tholabah (MUBES II) mengadakan rapat perdana di Base Camp Wasiat di gg. Bungur Ciputat.

rapat yang dipimpin langsung Ketua Panitia, Moh. Arifin (Sambeng), itu dimulai sejak pukul 13.00 hingga sore hari. agenda rapat kali ini adalah pembagian Job discription masing-masing panitia.

Selasa, 08 April 2008

Drs. Moh. Dja’far Hasan, MM. (bag. 2)

Pindah Ke Jakarta

Prestasi Dj’afar makin pun meningkat. Kemudian dia dikirim ke Bandung. Setelah itu dia dipindahkan ke ke Sumatera untuk menyelesaikan proyek pembangunan stasiun di sana. Selesai di Sumatera, ia harus berpindah lagi ke Ibukota untuk proek pembangunan Instalasi Kereta Api Listrik (KRL) Jabotabek.

Sekitar setahun lamanya, pekerjaan sebagai konsultan Perusahaan Kereta Api dijalankannya dengan baik dan sungguh-sungguh. Namun, karena beberapa hal yang kurang sreg dengan nuraninya, dia memutuskan keluar.

Lewat seorang teman, Dja’far ditawari masuk Lembaga Pendidikan Al-Azhar, Jakarta, yang membutuhkan tenaga pengajar. “Lagi-lagi karena kolega, saya mendapatkan pekerjaan ini,” ujarnya seakan mengingatkan pentingnya teman dalam kelanjutan karier seseorang.

Dari pekerjaan mengajar waktu itu, Dja’far digaji Cuma 87 ribu/bulan. Jika dipotong uang kos yang 75 ribu/bulan, betapa minim penghasilannya bila dibandingkan dengan pekerjaannya sebelumnya. Akan tetapi, profesi mengajar ini dijalankannya dengan sungguh-sungguh. Apalagi ia seperti dipertemukan kembali dengan dunianya. Dalam pikiran Dja’far saat itu hanyalah bagaimana mengamalkan apa yang dia miliki dan ketahui. Tidak lagi dia memikirkan gaji yang diterima. Dia berkeyakinan, jika dia mengerjakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil yang berkualitas dan setelah itu barulah orang lain yang akan melihatnya. Beliau mengutip firman Allah SWT: “Dan berbuatlah, niscaya Allah, Rasul, dan orang-orang yang beriman akan melihatnya.”

Saat ini, di Al-Azhar, Dja’far menduduki jabatan sebagai Kepala Sub Perencanaan Pengembangan Pegawai, yang bertugas merekrut pegawai, mengembangkan SDM pegawai, dan menata karier pegawai.

Di samping itu, kesibukannya yang lain adalah sebagai trainer dan konsultan pada berbagai proyek di beberapa departemen Pemerintah. Menulis juga menjadi salah satu aktivitas sampingan beliau. Walaupun belum ada yang diterbitkan dalam bentuk buku, beberapa naskahnya bahkan telah difilmkan. Di antaranya adalah skenario yang difilmkan oleh Organisasi Buruh Dunia (ILO) sebagai bahan training bagi para buruh. Beberapa naskah lainnya juga pernah difilmkan oleh Depnaker dan Kepolisian sebagai bahan pelatihan kepegawaian di departemen masing-masing. Pernah pula beliau merancang kurikulum pelatihan untuk kepala sekolah.

Kini, sejumlah obsesi masih menggantung di benak Dja’far. Pendidik yang tinggal di Depok ini berharap suatu saat ia dapat menciptakan lembaga pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak kurang mampu. Sekolah berkualitas tanpa dipungut biaya. (Yamboo)

(tulisan ini pernah dimuat di buletin Al-Washiyyah edisi April 2006)

Blog Archive

Popular Posts