web 2.0

Senin, 28 April 2008

Penggalangan Dana

Wasiat membuka donasi dari para dermawan dan dermawati untuk menyalurkan bantuannya bagi acara Musyawarah Besar WASIAT (MUBES II) pada bulan Mei 2008 mendatang.

Rabu, 23 April 2008

Yang Sesat dan Yang Ngamuk

Oleh A. Mustofa Bisri

Karena melihat sepotong, tidak sejak awal, saya mengira massa yang ditayangkan TV itu adalah orang-orang yang sedang kesurupan masal. Soalnya, mereka seperti kalap. Ternyata, menurut istri saya yang menonton tayangan berita sejak awal, mereka itu adalah orang-orang yang ngamuk terhadap kelompok Ahmadiyah yang dinyatakan sesat oleh MUI.

Saya sendiri tidak mengerti kenapa orang -yang dinyatakan- sesat harus diamuk seperti itu? Ibaratnya, ada orang Semarang bertujuan ke Jakarta, tapi ternyata tersesat ke Surabaya, masak kita -yang tahu bahwa orang itu sesat- menempelenginya. Aneh dan lucu.

Konon orang-orang yang ngamuk itu adalah orang-orang Indonesia yang beragama Islam. Artinya, orang-orang yang berketuhanan Allah Yang Mahaesa dan berkemanusiaan adil dan beradab. Kita lihat imam-imam mereka yang beragitasi dengan garang di layar kaca itu kebanyakan mengenakan busana Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Kalau benar mereka orang-orang Islam pengikut Nabi Muhammad SAW, mengapa mereka tampil begitu sangar, mirip preman? Seolah-olah mereka tidak mengenal pemimpin agung mereka, Rasulullah SAW.

Kalau massa yang hanya makmum, itu masih bisa dimengerti. Mereka hanyalah mengikuti telunjuk imam-imam mereka. Tapi, masak imam-imam -yang mengaku pembela Islam itu- tidak mengerti misi dan ciri Islam yang rahmatan lil ’aalamiin, tidak hanya rahmatan lithaaifah makhshuushah (golongan sendiri). Masak mereka tidak tahu bahwa pemimpin agung Islam, Rasulullah SAW, adalah pemimpin yang akhlaknya paling mulia dan diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Masak mereka tidak pernah membaca, misalnya ayat "Ya ayyuhalladziina aamanuu kuunuu qawwamiina lillah syuhadaa-a bilqisthi…al- aayah" (Q. 5: 8). Artinya, wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu penegak-penegak kebenaran karena Allah dan saksi-saksi yang adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum menyeret kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah; adil itu lebih dekat kepada takwa. Takwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan.

Apakah mereka tidak pernah membaca kelembutan dan kelapangdadaan Nabi Muhammad SAW atau membaca firman Allah kepada beliau, "Fabimaa rahmatin minaLlahi linta lahum walau kunta fazhzhan ghaliizhal qalbi lanfaddhuu min haulika… al-aayah" (Q. 3: 159). Artinya, maka disebabkan rahmat dari Allah-lah engkau berperangai lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau kasar dan berhati kejam, niscaya mereka akan lari menjauhimu…"

Tak Mengerti

Sungguh saya tidak mengerti jalan pikiran atau apa yang merasuki pikiran mereka sehingga mereka tidak mampu bersikap tawaduk penuh pengayoman seperti dicontoh-ajarkan Rasulullah SAW di saat menang. Atau, sekadar membayangkan bagaimana seandainya mereka yang merupakan pihak minoritas (kalah) dan kelompok yang mereka hujat berlebihan itu mayoritas (menang).

Sebagai kelompok mayoritas, mereka tampak sekali -seperti kata orang Jawa- tidak tepa salira. Apakah mereka mengira bahwa Allah senang dengan orang-orang yang tidak tepo saliro, tidak menenggang rasa? Yang jelas Allah, menurut Rasul-Nya, tidak akan merahmati mereka yang tidak berbelas kasihan kepada orang.

Saya heran mengapa ada -atau malah tidak sedikit- orang yang sudah dianggap atau menganggap diri pemimpin bahkan pembela Islam, tapi berperilaku kasar dan pemarah. Tidak mencontoh kearifan dan kelembutan Sang Rasul, pembawa Islam itu sendiri. Mereka malah mencontoh dan menyugesti kebencian terhadap mereka yang dianggap sesat.

Apakah mereka ingin meniadakan ayat dakwah? Ataukah, mereka memahami dakwah sebagai hanya ajakan kepada mereka yang tidak sesat saja?

Atau? Kelihatannya kok tidak mungkin kalau mereka sengaja berniat membantu menciptakan citra Islam sebagai agama yang kejam dan ganas seperti yang diinginkan orang-orang bodoh di luar sana. Tapi…

KH A. Mustofa Bisri, pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang

Selasa, 22 April 2008

Ke Jakarta Naik Apa? (bagian 2)

Alternatif 2:

Bagi yang budget-nya agak banyak dan suka naik kereta api, Kereta Api Bisnis Gumarang bisa jadi pilihan. Ongkosnya jauh lebih besar daripada kalau naik Kertajaya, yakni 130 ribu kalau hari biasa. Kalau hari libur bisa naik menjadi 180 ribu.

Bagaimana caranya?
Pertama, sampean ke Stasiun Turi, Surabaya. Usahakan sampai di stasiun sebelum kereta berangkat. Keberangkatan kereta pada pukul 17.00 WIB. Kemudian beli tiket di loket. Loketnya tidak sama dengan loket kereta ekonomi. Ada tempat khusus untuk menjual tiket bisnis dan eksekutif. Bedanya lagi dengan tiket ekonomi Kertajaya, tiket kelas bisnis dan eksekutif bisa dipesan 30 hari sebelum keberangkatan dan ukurannya lebih besar dan lebar.

Selain lewat Stasiun Turi, Anda juga bisa memilih naik lewat stasiun Dapur, Lamongan yang jaraknya lebih dekat dari Pondok Kranji. Untuk menuju ke Stasiun Dapur, Anda bisa naik angkot merah di Telon Banjaranyar jurusan pertigaan Semlaran. Tiba di Semlaran, Anda bisa naik bis jurusan Surabaya dan minta turun di Stasiun Dapur. Ongkosnya kalau dulu sih 2 ribu.

Di St. Dapur ini, Kereta berangkat pukul 18.00 WIB karena menunggu kedatangannya dari stasiun pemberangkatan pertama, yakni Stasiun Turi.

Setelah itu, nikmati saja perjalanan Anda di atas kursi yang tentu saja lebih empuk dan lebih nyaman dibandingkan kursi Kertajaya. Ada lagi, Kereta Gumarang tidak sesesak dan sekacau kereta Kertajaya.

Biasanya, kereta tiba sekitar pukul 07.00 WIB. Bukan di St. Senen, tapi di St. Gambir. Stasiun ini merupakan ‘stasiunnya’ kereta-kereta bagus (bisnis dan eksekutif). Dan kebalikan dari St. Senen.

Di St. Gambir, Anda akan melihat Tugu Monas yang terkenal itu, karena jaraknya memang berdekatan. Bahkan, hanya dibatasi pagar pemisah. Setelah itu, untuk menuju ke Ciputat/Buncit, Anda bisa naik bis kopaja P.20 jurusan Terminal Lebak Bulus. Selanjutnya? Lakukan seperti yang sudah saya jelaskan pada bagian pertama.

Sampai ketemu di alternatif 3

Ke Jakarta Naik Apa? (1)

Mau ke Jakarta? Bingung?
Berikut ini ada beberapa alternatif yang bisa jadi masukan.

Alternatif 1:
Ini adalah pilihan bagi yang budget-nya minim. hemat, murah, tapi tetep bisa nyampe Jakarta dengan selamat.
Naik Kereta Api Ekonomi Kertajaya.

caranya:
kalau dari Pondok Kranji, kamu bisa naik bis Armada Sakti jurusan Terminal Osowilangun. ongkosnya dulu sich 8 ribuan. ga tau sekarang, aku sudah lama ga lewat Surabaya.
Sampai di Terminal Osowilangun, cari angkot warna kuning jurusan stasiun Turi, Surabaya. Stasiun ini letaknya di dekat Pasar Turi, tapi masih jalan sekitar 100 meter. Dulu, ongkos angkot ini 2000, sekarang pascakenaikan BBM ini, aku kurang tahu. Bilang aja turun di Pasar Turi.
nah, sampai di Pasar Turi, menyeberanglah dan jalan kaki (atau kalau mau becak) ke arah Stasiun.

Sampai di stasiun, antrilah di loket. harga tiket untuk jurusan jakarta adalah 47.000 rupiah. setelah bayar, cek kembai tulisan yang tertera di tiket kereta api. biasanya ukuran tiket mungil sekali. Lihat nomor gerbong dan tempat duduk kamu. juga tanggal tiket, apa sudah sesuai dengan hari itu.

setelah itu, masuklah ke area stasiun. cari tempat duduk untuk menunggu jam keberangkatan kereta. Untuk kereta Api Kertajaya, jadwal keberangkatannya adalah pukul 16.00 WIB. Apabila kereta sudah terlihat, segera masuk dan duduk di nomor duduk kamu sesuai dengan yang tertara di tiket.

Nikmati perjalanan semalaman di kereta.
Anda bisa memanfaatkan dengan membaca buku, makan cemilan, ngobrol dengan kawan di samping ataupun tidur (dan inilah yang paling banyak dilakukan orang). tapi, harus tetap waspada dengan barang bawaan, tas, dompet, maupun barang berharga lainnya.

Biasanya, kereta sampai di Jakarta, tepatnya di Stasiun Pasar Senen sekitar pukul 07.00 WIB. Kamu bisa langsung keluar stasiun. bila ada petugas di pintu keluar yang meminta tiket, berikan saja.

setelah itu, tanya orang (paling aman, tanya satpam/polisi) di mana terminal Senen. Anda akan ditunjukkan. jaraknya tidak jauh kok. Anda bisa jalan kaki ke sana.
Di Terminal, untuk menuju Ciputat (bagi yang hendak kuliah di UIN atau ke base camp Wasiat), ada dua alternatif bis. yang pertama bis AC nomor 76 (jur. Ciputat-Senen). dengan naik bis ini, anda bisa langsung turun di depan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. ongkosnya 5000 rupiah. atau kalau pingin yang lebih murah, naik P.20 jurusan Terminal Lebak Bulus (ongkosnya 2000 rupiah) kemudian nyambung lagi naik angkot nomor D.01 atau D.02 jurusan Ciputat, ongkos juga 2000 rupiah. Minta turun di UIN.

Sesampainya di UIN, Anda bisa hubungi salah satu teman Wasiat. Atau kalau gak ada hubungi aja nomor saya 085646252020.
demikian semoga bermanfaat.

Biar ga terlalu panjang, alternatif berikutnya akan saya tulis di file lain.

Senin, 21 April 2008

Ragunan, Wisata Pilihan Anak Lipia

Bagi teman-teman yang kuliah di LIPIA, Kebun Binatang Ragunan adalah tempat rekreasi yang asyik dan murah. Letaknya yang cukup dekat, membuatnya bisa dijangkau dengan mudah. (Kalau mau sekalian olahraga, ya lari-lari. kalau ga mau capek, ya naik mobil). Tapi, jangan khawatir jika Anda memilih lari, karena Anda akan menemukan banyak kawan yang melakukan aktivitas yang sama.

Biasanya, setiap hari minggu pagi, warga Jakarta yang rumahnya berada di sekitar lokasi Kebun Binatang Ragunan berbondong-bondong jogging. Ada yang sengaja berolahraga--lengkap dengan kostum olahraganya dan membawa bola atau raket, ada pula yang sengaja cuci mata, atau belanja.

Jika berangkat pagi-pagi sekali, dan anda pengen masuk lokasi kebun binatang, biasanya Anda tidak perlu bayar. mungkin, petugas yang jaga masih belum bangun... hehehe...
atau kalau ga pengen masuk, Anda juga bisa jalan-jalan di komplek olahraga Ragunan. di sana suasana juga ramai dengan para "olahragawan/olahragawati".
Selain itu, keadaan ramai ini tak ayal juga mengundang para penjual dadakan. Mereka menggelar pasar kaget. Aneka barang kebutuhan sehari-hari dijual dengan harga sangat miring, apalagi jika lihai menawar.

Karena itulah, banyak pula warga sekitar yang memanfaatkan kesempatan hari minggu pagi ini sekaligus untuk berbelanja.

Blog Archive

Popular Posts