JAKARTA - Grup hadrah dari Wadah Silaturrahim Alumni Tarbiyatut Tholabah di Jakarta (WASIAT) berhasil meraih juara 1 dalam lomba hadrah se-DKI yang digelar 6 Mei 2012 di Masjid Al-Fajri Jatipadang, Jakarta. Grup hadrah yang mempunyai nama Washiyyatul Musthofa itu berhasil memberikan penampilan terbaik dan memikat juri untuk mengantarkan grup kebanggaan alumni Tarbiyatut Tholabah ini menjadi juara pertama. Selamat ya...
Senin, 07 Mei 2012
Jumat, 27 April 2012
Pak Notho; Belajar dari Sosok yang Tegas dan Disiplin
Madrasah kerapkali identik dengan pendidikan agama. Ia terkesan lebih menonjolkan pelajaran agama, dan menjadikan pelajaran umum sebagai urusan berikutnya. Tapi, tidak dengan Yayasan Tarbiyatut Tholabah. Salah satu buktinya, adalah usaha untuk selalu menghadirkan guru-guru Matematika yang andal. Kalau boleh nyebut nama—sejauh yang pernah ngajar penulis—ada Pak Abdul Ghofur dan Pak Muthoyo, juga guru favorit adikku, Abdur Rouf. Salah satu dari guru Matematika itu adalah Pak Notho.
Bisa dibilang, Pak Notho adalah guru yang paling banyak dibicarakan di lingkungan sekolah. Istilah sekarangnya jadi trending topic-lah. Banyak faktor yang jadi pemicunya. Salah satunya—mungkin—adalah karena (waktu itu) beliau masih single. Tau sendiri kan anak-anak ABG (yang cewek-cewek) itu suka sekali membicarakan cowok idola. Apalagi guru yang masih muda dan single gitu....
Selasa, 17 April 2012
Kiai Basjir, Barokah Minuman Ada di Tetes Terakhir
Barokah Minuman Ada di Tetes Terakhir
Ini adalah tulisan kedua saya dalam serial “Kenangan Bersama Guru”. Mungkin tak banyak siswa yang pernah diajar beliau di sekolah. Sebab, beliau termasuk guru yang “minim” jam pelajaran. Dalam seminggu, kalau tak salah di kelas saya hanya mengajar satu atau dua kali pertemuan.
Pelajaran yang beliau ajarkan adalah ilmu faraidh. Sebuah ilmu yang tak banyak dikuasai orang. Dalam setiap pelajaran, salah satu hal yang beliau wajibkan bagi kami adalah menghafalkan nadhom faraidh (saya lupa nama kitabnya). Maksudnya, nadhom yang dibahas pada minggu ini akan menjadi kewajiban kami untuk menyetorkan hafalan di minggu depannya. Biasanya tak banyak juga hafalan nadhomnya. Terkadang 2 atau 3 bait saja. Bahkan pernah juga 1 bait.
Minggu, 15 April 2012
Pak Qomar, Sebuah Kenangan dari Ahli Nahwu
Malam itu saya sengaja membuka-buka buku Album Kenangan MA Tabah milik saya. Di halaman pertama daftar guru, mata saya langsung tertuju pada sebuah pesan dari (Alm) Ustad Qomaruddin Mahmud:
“Tiada perjuangan tanpa pengorbanan dan tiada kesuksesan tanpa ketekunan. Ilmu Allah ada di mana-mana, di mana pun dan kapan pun kamu temukan, ambillah..!!!
maka kamu akan menjadi orang yang luhur derajatnya.”
Beliau adalah guru ilmu Nahwu dan Shorof kami. Beliau punya gaya mengajar yang “menyenangkan” dan "memaksa" murid menguasai ilmu2 yang disampaikannya. Bagaimana tidak, salah satu kesukaan beliau adalah
“Tiada perjuangan tanpa pengorbanan dan tiada kesuksesan tanpa ketekunan. Ilmu Allah ada di mana-mana, di mana pun dan kapan pun kamu temukan, ambillah..!!!
maka kamu akan menjadi orang yang luhur derajatnya.”
Beliau adalah guru ilmu Nahwu dan Shorof kami. Beliau punya gaya mengajar yang “menyenangkan” dan "memaksa" murid menguasai ilmu2 yang disampaikannya. Bagaimana tidak, salah satu kesukaan beliau adalah
Kamis, 12 April 2012
Ada Wasiat di Bukan Empat Mata
“Kembali ke Laptooooppppp...”
” Puasss...Puasss...”
Masih ingat dengan jargon-jargon andalan itu? Tukul Arwana yang fenomenal dengan gaya khasnya kembali menghibur pemirsa untuk menemani malam anda dalam program Bukan Empat Mata.
Dalam setiap episode-nya, Tukul selalu mengundang kelompok berbeda. Ia mengundang berbagai organisasi dan kelompok masyarakat untuk menyaksikan langsung acaranya tersebut. Ini merupakan salah satu caranya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, dan tentu saja menaikkan rating acara.
” Puasss...Puasss...”
Masih ingat dengan jargon-jargon andalan itu? Tukul Arwana yang fenomenal dengan gaya khasnya kembali menghibur pemirsa untuk menemani malam anda dalam program Bukan Empat Mata.
Dalam setiap episode-nya, Tukul selalu mengundang kelompok berbeda. Ia mengundang berbagai organisasi dan kelompok masyarakat untuk menyaksikan langsung acaranya tersebut. Ini merupakan salah satu caranya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, dan tentu saja menaikkan rating acara.
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
Popular Posts
-
Bagi sahabat-sahabat yang ingin kuliah, namun kesulitan dalam hal pembiayaan, ada salah satu solusi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab...
-
Assalamu'alaikum Wr Wb Update hasil TM Fesban Nusantara 8 di ponpes Tarbiyatut Tholabah. Yg diselenggarakan Wasiat Jakarta. JUKLAK (P...
-
COPAS FB KH. SALIM AZHAR DIALOG MENGGELITHIK KAPAN MLETHE'E JARAK Ustadz muda diundang ngaji di desa Gunungan Grabakan Tub...
-
ππWelcome Oktober!!!ππ πDatang dan Meriahkan!!!π π« *Terbuka untuk umum*π« Dalam rangka memeriahkan Milad ke-28, *Him...
-
*No Urut Tampil Festival Hadrah Nusantara VIII* DI PP. TARBIYATUT THOLABAH *SHIFT 1 (15.30 - 17.30)* 1. AL MUHIBBIN JR 2. AL HAROMAIN 3...
-
Malam tadi (25/09/08), saya nginep di rumah Cak Ud, di Ruko Prima Ciputat. Saya hendak konfirmasi mengenai pembicara seminar (Pak Hamid Syar...
-
Oleh: Drs. H. Hamid Syarif, MA* Pada awalnya, para the founding father pondok pesantren; kiai, ulama, masyayikh, dan asatidz mendirikan atau...
-
Asslamualaikum wr wb. Selamat sore kluarga besar WASIAT JAKARTA. Sehubungan dengan memperingati 6 hari wafatnya cak Millah hasan. Mari kita...
-
LAMONGAN - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH Musthofa, Wadah Alumni Tarbiyatut Tholabah Kranji di Jakarta (W...


